Posted on Leave a comment

3 Jenis Kain Terbaik Untuk Abaya

abaya

Abaya merupakan salah satu fashion muslimah kekinian dengan model yang khas, simple dan sederhana. Modelnya yang longgar dan ukuran yang lebar membuat nyaman penggunanya dan terlihat lebih sopan, syar’i karena menjaga lekukan tubuh tidak terlihat.

Sebagian banyak model abaya yang digunakan di Arab umumnya berwarna hitam pekat, flosly dan tidak tembus pandang dan lembut. Tiga jenis kain terbaik untuk abaya yang akan kita bahas adalah kain maliky, nida, dan fursan.

Ketiga jenis kain terbaik untuk abaya tersebut khusus dirancang untuk abaya dan dipakai oleh para muslimah di negara Arab. Kain maliky, nida dan fursan masuk ke dala jenis kain jet hitam premium dengan keunikan dan karakteristiknya masing-masing.

Kain Jetblack

Kain maliky adalah jenis Kain yang memiliki karakteristik berwarna pekat (doff), sangat adem dan nyaman digunakan. Jetblack jenisnya banyak sekali, mulai dari punya karakter woolpeach 8818, hingga Ramada. Lebarnya pun macam-macam, ada 150 hingga 170 cm.

Infromasi tentang kain Jetblack lengkap disini

Kain Nida

Sama halnya dengan maliky, kain nida-pun memiliki karakteristik yang lembut, terasa ringan, tipis, mengkilap, dan agak licin. Kain ini sangat diminati untuk membuat abaya modern dengan hiasan atau kombinasi yang lebih beragam. 

Jika terkena cahaya tampak seperti glitter berwarna hitam, sangat glamor dan elegan. Kain ini cocok untuk muslimah yang tinggal di iklim tropis, seperti di Indonesia. Terdapat jenis nida premium, yaitu silk nida yang karakternya lebih ringan dan lembut dibandingkan nida.

Kain Fursan

Di Arab, kain fursan sering digunakan untuk kalangan kelas menengah. Masuk ke dalam jenis kain dengan kualitas super. Tekstur benangnya sangat rapat, halus, lebih mengkilap. Warna bagian dalam lebih gelap dibandingkan dengan warna bagian luar.

Keunggulan lainnya kain fursan adalah jika dipegang terasa tebal dan agak berat. Tapi saat digunakan terasa sangat ringan dan jatuh. Dari segi tampilannya terlihat hitam berkilau dengan semburat berwarna keabuan, tidak mudah kusut dan terasa adem.

Demikian informasi 3 jenis kain terbaik untuk abaya, semoga artikel ini bermanfaat!

Posted on 1 Comment

Perbedaan Hijab, Jilbab, Khimar, Kerudung, Niqab, Burqa dan Cadar

Alhamdulillah, dalam kurun 1 dekade ini banyak orang Islam / Muslimah yang mulai sadar akan wajibnya menutup aurat mereka, dengan seiring waktu mau tak mau industri fashion mulai muncul dan berkembang. Saat ini tidak sedikit brand-brand fashion muslimah asal Indonesia yang mulai Go-Internasional, maka dari itu banyak orang yang melirik lahan basah ini, mulai jadi produsen gamis, jilbab, khimar, niqab, burqa, dan lainnya. Tapi tahukah anda perbedaan dari masing-masing itu?

Mari kita bahas satu per satu.

 

1. HIJAB

Hijab berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata حجاب yang berarti “penghalang”. Namun dalam istilah yang dipakai oleh banyak kaum muslim, hijab sendiri lebih merujuk pada tata cara berpakaian yang pantas dan menutup aurat sesuai syariat agama. Sebagian orang berpendapat bahwa setiap Jilbab adalah Hijab. Tetapi tidak semua Hijab itu Jilbab. Seperti dijelaskan di atas, Hijab berasal dari kata hajaban yang secara umum artinya menutupi sesuatu. Bisa berupa tirai pembatas, kelambu, papan pembatas, atau aling-aling lainnya.

2. JILBAB

Jilbab adalah gamis longgar yang dijulurkan ke seluruh badan hingga mendekati tanah sehingga tidak membentuk lekuk tubuh seperti tertuang dalam perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…”. Jilbab juga biasanya menutupi seluruh tubuh kecuali tangan, kaki dan wajah.

3. KERUDUNG

Hampir mirip dengan Khimar, namun kerudung tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, desain kerudung hanya sebagai penutup kepala saja dan tidak cukup panjang untuk menutupi dada, leher serta lekuk tubuh pemakainya.

4. KHIMAR

Khimar, atau dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah Khumur, adalah kain yang menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka). Khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala hingga seluruh dada tertutupi.

5. NIQAB

Adalah hijab yang menutupi kepala dan hampir seluruh bagian wajah, kecuali mata. Niqab cukup panjang untuk menutupi leher, muka dan dada.

6. BURQA

Burqa mirip dengan Niqab, namun nyaris menutupi seluruh bagian wajah termasuk mata. Biasanya pada bagian mata terdapat kain yang memiliki lubang kecil untuk melihat.

 

Referensi : Kumparan.com & Blog atikahsyazwani98